Pengaruh Komposisi Media Pesemaian terhadap Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah Asal Biji (True Shallot Seed)

Authors

  • Ahmad Thoriqussalam Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Universitas Brawijaya
  • Damanhuri Damanhuri Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Universitas Brawijaya

DOI:

https://doi.org/10.21776/1180

Keywords:

Benih Konvensional, Media Semai, Pindah Tanam, True Shallot Seed

Abstract

Bawang merah ialah tanaman yang dimanfaatkan daun dan umbinya. Pada umumnya budidaya bawang merah menggunakan umbi konvensional sebagai sumber benihnya. Namun, mutu benih umbi konvensional kurang terjamin dikarenakan sering membawa patogen penyakit yang akan mengakibatkan penurunan hasil produktivitas bawang merah. TSS (True Shallot Seed) ialah perbanyakan tanaman bawang merah menggunakan biji dan merupakan alternatif teknologi yang potensial untuk mengembangkan benih bawang merah yang berkualitas. Namun penggunaan TSS memiliki beberapa kelemahan yaitu biji harus disemaikan terlebih dahulu dan umur panen panen dilapangan lebih lama. Maka dari itu, diperlukan komposisi media persemaian yang mendukung perkecambahan dan pertumbuhan benih bawang merah serta berpotensi untuk menghasilkan pertumbuh-an dan produksi bawang merah yang baik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh komposisi media persemaian yang baik terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah asal True Shallot Seed. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Universitas Brawijaya Jatimulyo, kecamatan Lowokwaru, kota Malang pada bulan April sampai Oktober 2017 dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK). Hasil penelitian menunjukan komposisi media semai tanah : pupuk kandang kambing (P3) dan media semai tanah : kokopit : pupuk kandang kambing (P8) menghasilkan pertumbuhan panjang dan diameter benih bawang merah yang besar jika dibandingkan dengan komposisi media semai tanah (P0) pada saat pesemaian. Setelah pindah tanam, benih dari media semai tanah : arang sekam (B4), benih dari media semai tanah : kokopit : pupuk kandang kambing (B8) dan benih dari media semai tanah : kokopit : arang sekam (B9) menghasilkan produksi bawang merah yang besar jika dibandingkan dengan benih dari media semai tanah (B0).

Downloads

Published

2019-11-15

Issue

Section

Articles