Analisis Potensi Produksi Padi (Oryza sativa L.) pada Pola Curah Hujan Monsunal di Jawa Timur

Authors

  • Shofa Haditsa Milladina Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Universitas Brawijaya
  • Nur Edy Suminarti Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Universitas Brawijaya

DOI:

https://doi.org/10.21776/1201

Keywords:

Curah hujan monsunal, Lama Penyinaran Matahari, Padi, Suhu

Abstract

Beras sebagai sumber bahan pangan utama di sebagian besar penduduk Asia termasuk Indonesia. Sehingga sampai saat ini, beras akan tetap menjadi sumber pangan prioritas di Indonesia. Pemba-ngunan dalam sektor pertanian khususnya dalam subsektor tanaman pangan memiliki peranan penting dalam menunjang kehidupan masyarakat Indonesia (Kementan, 2016). Tantangan dalam bidang pertanian di Indonesia tidak hanya terjadinya konversi lahan pertanian, tetapi juga adanya anomali iklim. Salah satu unsur iklim yang dapat digunakan sebagai indikator dalam kaitannya dengan tanaman adalah curah hujan. Mengingat curah hujan merupakan unsur iklim yang fluktuasinya tinggi dan pengaruhnya terhadap produksi tanaman cukup signifikan. Jumlah curah hujan secara keseluruhan sangat penting dalam menentukan hasil (Anwar et al., 2015), terlebih apabila ditambah dengan peningkatan suhu, peningkatan suhu yang besar dapat menurunkan hasil. Penelitian dilaksanakan pada Bulan April 2018 sampai dengan Juli 2018.Penelitian ini dilaksanakan di Kota Malang, Jawa Timur. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini dimulai dengan mengumpulkan data, menganalisis data dan menginterpretasikan-nya. Pengumpulan data meliputi curah hujan, suhu udara, lama penyinaran matahari dan data produksi padi selama 22 tahun. Wilayah sampel dalam penelitian ini yaitu, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Malang, Kabupaten Nganjuk dan Kabupaten Sumenep. Data diolah dengan menggunakan Microsoft. Excel 2013 dengan tahapan menentukan nilai korelasi masing-masing variabel bebas, menentukan persamaan linier dan koefisien determinasi (R2) dan dilanjutkan dengan membuat kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh nyata unsur iklim (curah hujan dan lama penyinaran matahari) di Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Malang dan Kabupaten Nganjuk.

Downloads

Published

2019-11-20

Issue

Section

Articles