Stabilitas Hasil 30 Genotip Padi (Oryza sativa L.) di Tiga Lokasi

Authors

  • Novi Dwi Yulianti Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Universitas Brawijaya
  • Budi Waluyo Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Universitas Brawijaya

DOI:

https://doi.org/10.21776/905

Keywords:

Interaksi, Hasil yang stabil, Stabil, Adaptif pada lingkungan produktif

Abstract

Uji multilokasi memegang peranan penting dalam pemuliaan tanaman dan penelitian lainnya di bidang agronomi. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mempelajari interaksi genotip x lingkungan dan mendapatkan genotip padi hibrida yang mempunyai hasil dan stabilitas lebih tinggi. Penelitian dilakukan di  lahan sewa milik PT. Bisi International, Tbk Farm Kambingan, Kediri. Bahan yang digunakan ialah 30 genotip padi yang terdiri dari 20 genotip padi hibrida yang diuji, 5 genotip pendamping, dan 5 genotip  pembanding. Menggunakan rancangan acak kelompok. Perlakuan berupa 30 genotip padi diulang 3 kali. Analisis varians dilakukan pada data yang di peroleh di setiap lokasi, uji homogenitas kuadrat tengah galat yang dilanjutkan dengan analisis varians gabungan. Perbedaan penampilan genotip diuji menggunakan least significant increases 5%. Keragaman disebabkan oleh lokasi, genotip, dan Interaksi genotip x lingkungan. Genotipe dengan nilai koefisien regresi lebih dari 1 maka akan beradaptasi dengan baik pada lingkungan optimal, dan bila koefisien regresi kurang dari 1 maka beradaptasi baik pada lingkungan marginal. Terdapat 8 genotip padi hibrida yang mempunyai hasil stabil dan beradaptasi luas, dan tiga genotip padi hibrida yang beradaptasi pada lingkungan produktif. Padi hibrida yang mempunyai penampilan stabil dan di atas rata-rata umum, yaitu HY 1617 RA 001 (7.1 t/ha), HY 1617 RA 003 (6.9 t/ha), HY1617RA010 (7.5 t/ha), HY 1617 RA 011 (7 t/ha), HY 1617 RA 012 (7.4 t/ha), HY 1617 RA 014 (7.7 t/ha), HY 1617 RA 015 (7.2 t/ha), dan HY 1617 RA 019 (7.5 t/ha). Padi hibrida yang beradaptasi pada lingkungan produktif ialah HY 1617 RA 016 (7.1 t/ha), HY 1617 RA 017 (7.1 t/ha), dan HY 1617 RA 020 (7.5 t/ha).Uji multilokasi memegang peranan penting dalam pemuliaan tanaman dan penelitian lainnya di bidang agronomi. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mempelajari interaksi genotip x lingkungan dan mendapatkan genotip padi hibrida yang mempunyai hasil dan stabilitas lebih tinggi. Penelitian dilakukan di lahan sewa milik PT. Bisi International, Tbk Farm Kambingan, Kediri. Bahan yang digunakan ialah 30 genotip padi yang terdiri dari 20 genotip padi hibrida yang diuji, 5 genotip pendamping, dan 5 genotip pembanding. Menggunakan rancangan acak kelompok. Perlakuan berupa 30 genotip padi diulang 3 kali. Analisis varians dilakukan pada data yang di peroleh di setiap lokasi, uji homogenitas kuadrat tengah galat yang dilanjutkan dengan analisis varians gabungan. Perbedaan penampilan genotip diuji menggunakan least significant increases 5%. Keragaman disebabkan oleh lokasi, genotip, dan Interaksi genotip x lingkungan. Genotipe dengan nilai koefisien regresi lebih dari 1 maka akan beradaptasi dengan baik pada lingkungan optimal, dan bila koefisien regresi kurang dari 1 maka beradaptasi baik pada lingkungan marginal. Terdapat 8 genotip padi hibrida yang mempunyai hasil stabil dan beradaptasi luas, dan tiga genotip padi hibrida yang beradaptasi pada lingkungan produktif. Padi hibrida yang mempunyai penampilan stabil dan di atas rata-rata umum, yaitu HY 1617 RA 001 (7.1 t/ha), HY 1617 RA 003 (6.9 t/ha), HY1617RA010 (7.5 t/ha), HY 1617 RA 011 (7 t/ha), HY 1617 RA 012 (7.4 t/ha), HY 1617 RA 014 (7.7 t/ha), HY 1617 RA 015 (7.2 t/ha), dan HY 1617 RA 019 (7.5 t/ha). Padi hibrida yang beradaptasi pada lingkungan produktif ialah HY 1617 RA 016 (7.1 t/ha), HY 1617 RA 017 (7.1 t/ha), dan HY 1617 RA 020 (7.5 t/ha).

Downloads

Published

2019-04-18

Issue

Section

Articles