Jurnal Produksi Tanaman http://protan.studentjournal.ub.ac.id/index.php/protan Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi. Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya en-US Jurnal Produksi Tanaman 2338-3976 <a rel="nofollow noopener noreferrer" href="http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/"><img style="border-width: 0;" src="https://i.creativecommons.org/l/by-sa/4.0/88x31.png" alt="Lisensi Creative Commons" /></a><br />Ciptaan disebarluaskan di bawah <a rel="nofollow noopener noreferrer" href="http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/">Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional</a>. Kajian Iklim Mikro Tanaman Kopi Sistem Agroforestri Di UB Forest http://protan.studentjournal.ub.ac.id/index.php/protan/article/view/1658 <p>Tanaman kopi di UB Forest dipilih karena lokasi tersebut memiliki ketinggian, kelembaban, dan suhu yang sesuai akibat dari naungan berupa tanaman pinus. Berdasarkan pemaparan diatas diperlukan penelitian untuk mengamati suhu, kelembaban, dan intensitas cahaya yang sesuai untuk pertumbuhan fase generative tanaman kopi di UB Forest. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui iklim mikro pada lahan petani agroforestri pinus dan kopi perbandingan dengan kopi, pinus dan alpukat di UB Forest. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk para petani kopi mengetahui hubungan iklim mikro sistem agroforestri kopi, pinus dan kopi, pinus dan alpukat untuk memberikan keberhasilan dari budidaya tanaman kopi di UB Forest pada lahan petani kopi di UB Forest. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa iklim mikro di UB Forest bersifat fluktuatif atau turun naik tiap bulannya, namun cenderung lebih stabil pada lahan 1 dengan naungan pohon pinus dan pohon alpukat. Intensitas cahaya pada lahan 1 dan lahan 2 didapatkan hasil berbeda nyata karena naungan antara lahan 1 dan lahan 2 memiliki jenis yang berbeda, sedangkan untuk suhu pada bulan juli antara lahan 1 dan lahan 2 berbeda nyata namun pada bulan juni dan agustus pada pukul 12.00 memiliki perbadaan dan pada pukul 16.00 tidak memiliki perbedaan. Sedangkan untuk kelembaban pada pukul 12.00 tiap bulanya tidak memiliki perbedaan, namun pada pukul 16.00 memiliki perbedaan. Perbedaan ketinggian dan naungan menyebabkan perbedaan.</p> Govando Ages Dikdayan Ariffin Ariffin Copyright (c) 2022 Jurnal Produksi Tanaman 2022-08-10 2022-08-10 10 7 345 349 10.21776/protan.v10i7.1658 Pengaruh Pupuk Kandang dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum L.) http://protan.studentjournal.ub.ac.id/index.php/protan/article/view/1659 <p>Tomat merupakan salah satu hasil produksi tanaman sayuran buah yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Produktivitas tanaman tomat pada tahun 2014 - 2016 cenderung fluktuatif dan dikategorikan rendah. Salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya produktivitas ialah rendahnya kesuburan tanah. Upaya yang dilakukan dalam meningkatkan produktivitas tomat adalah dengan pemberian PGPR dan pupuk kandang. Kandungan bahan organik pupuk kandang juga digunakan sebagai sumber energi bagi bakteri PGPR untuk tumbuh dan berkembang biak. Tujuan penelitian adalah mengetahui interaksi antara pupuk kandang kambing dengan Plant Growth Promoting Rhizobacteria. Tujuan penelitian adalah mengetahui interaksi antara pupuk kandang kambing dengan Plant Growth Promoting Rhizobacteria. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2020 - Maret 2021 di Kebun Percobaan Jatimulyo Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial yang dirancang dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor pertama antara lain   K0 = Pupuk Kandang 0 ton ha<sup>-1</sup>, K1 = Pupuk Kandang 5 ton ha<sup>-1</sup>, K2 = Pupuk Kandang 10 ton ha<sup>-1</sup>, K3 = Pupuk Kandang 15 ton ha<sup>-1</sup>, K4 = Pupuk Kandang 20 ton ha<sup>-1</sup>. Faktor kedua antara lain P0 = Tanpa PGPR, P1 = Pemberian PGPR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Plant Growth Promoting Rhizobacteria tidak dapat mengurangi dosis pupuk kandang kambing yang diberikan pada lahan. Perlakuan pupuk kandang kambing 20 ton ha-1 memberikan hasil terbaik terhadap seluruh variabel pertumbuhan dan hasil tanaman tomat dengan bobot segar buah per hektar yaitu 30,68 ton ha<sup>-1</sup>. Aplikasi PGPR memberikan hasil lebih baik terhadap variabel hasil tanaman tomat dengan bobot segar buah per hektar yaitu 23,01 ton ha<sup>-1</sup>.</p> Tessa Andini Permatasari Titin Sumarni Copyright (c) 2022 Jurnal Produksi Tanaman 2022-08-10 2022-08-10 10 7 350 356 10.21776/protan.v10i7.1659 Pengaruh Berbagai Media Tanam dan Kapasitas Lapang terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Melon (Cucumis melo L.) http://protan.studentjournal.ub.ac.id/index.php/protan/article/view/1660 <p>Tanaman Melon (<em>Cucumis melo</em> L.) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang penting dan banyak diminati oleh konsumen. Buah melon sangat disukai karena memiliki daging buah yang berair, manis, dan menyegarkan. Permasalahan mengenai kondisi tanah yang tidak sesuai merupakan salah satu kendala dalam meningkatkan produksi komoditas pertanian. Oleh karena itu, diperlukan komposisi media tanam yang tepat dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman. Selain itu, air menjadi faktor penting dalam pertumbuhan dan hasil tanaman. Tujuan penelitian adalah mempelajari interaksi antara perlakuan media tanam dan kapasitas lapang terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman melon. Penelitian dilaksanakan di dalam rumah kaca di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur. Penelitian dilaksanakan selama 2 bulan dengan waktu pelaksanaan Januari-Maret 2020. Penelitian ini dilakukan dengan Rancangan Acak Kelompok (Faktorial). Berdasarkan faktor perlakuan tersebut didapatkan 9 perlakuan setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi pengamatan non destruktif yaitu panjang tanaman dan jumlah daun. Sedangkan variabel pengamatan panen meliputi, bobot buah per buah, bobot segar tanaman, bobot kering tanaman, panjang akar. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (uji F) dengan taraf 5%. apabila terjadi pengaruh nyata dari perlakuan maka dilanjutkan dengan uji beda nyata jujur (BNJ) dengan taraf 5%. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa tanaman melon yang dilakukan perlakuan 75% kapasitas lapang memberikan nilai yang lebih tinggi pada jumlah daun tanaman<sup>-1</sup>, panjang tanaman, berat segar total tanaman, berat kering total tanaman dan panjang akar dibandingkan dengan perlakuan 50% dan 100% kapasitas lapang.</p> Mochammad Kiki Aldiansyah Didik Hariyono Copyright (c) 2022 Jurnal Produksi Tanaman 2022-08-10 2022-08-10 10 7 357 362 10.21776/protan.v10i7.1660 Respon Tiga Varietas Tanaman Kedelai (Glycine max L.) Akibat Pemberian Berbagai Macam Biochar http://protan.studentjournal.ub.ac.id/index.php/protan/article/view/1661 <p>Produksi kedelai (<em>Glycine max </em>L.)  di Indonesia masih belum dapat memenuhi tingkat konsumsi, yang menyebabkan Indonesia semakin bergantung terhadap kegiatan impor. Rendahnya produktivitas kedelai dapat disebabkan oleh kurangnya kesuburan tanah yang mengakibatkan penurunan hasil dari kedelai Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh pemberian berbagai macam biochar terhadap pertumbuhan dan hasil tiga varietas tanaman kedelai. Penelitian ini merupakan penelitian faktorial yang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang diulang sebanyak tiga kali. Terdapat dua faktor sebagai perlakuan yaitu macam biochar (B1, B2, B3) dan macam varietas (V1, V2, V3). Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa terdapat interaksi antara jenis biochar dan varietas dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil pada tanaman kedelai terdapat pada jenis biochar berupa tongkol jagung dan varietas anjasmoro yang terlihat berbeda nyata dengan penggunaan biochar dan varietas lainnya pada beberapa indikator berupa pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, kemudian pada aspek panen diketahui terdapat perbedaan yang nyata pada indikator jumlah polong total per tanaman, jumlah polong isi per tanaman, bobot polong, bobot 100 biji dan hasil panen per hektar.</p> Roynaldo Barasa Wisynu Ari Gutama Nunun Barunawati Copyright (c) 2022 Jurnal Produksi Tanaman 2022-08-10 2022-08-10 10 7 363 369 10.21776/protan.v10i7.1661 Pengaruh Aplikasi PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) dan Pupuk Nitrogen pada Pertumbuhan Tanaman Sukini (Cucurbita pepo L.) http://protan.studentjournal.ub.ac.id/index.php/protan/article/view/1662 <p>Sukini (<em>Cucurbita pepo</em> L.) merupakan tanaman hortikultura semusim yang termasuk dalam golongan Cucurbitaceae dan banyak dikonsumsi karena memiliki kandungan nutrisi. Proses pertumbuhan tanaman sukini membutuhkan unsur hara seperti nitrogen. Tetapi ketersediaan unsur hara nitrogen sangat rendah, menyebabkan pemupukan secara anorganik terus dila-kukan. Aplikasi pupuk anorganik secara terus menerus dapat menurunkan tingkat kesuburan tanah. Pemanfaatan PGPR dapat menjadi solusi untuk menyediakan unsur hara nitrogen bagi tanaman. PGPR dapat menambat nitrogen dari udara dengan cara simbiosis dan non simbiosis. Penelitian bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan tanaman sukini terhadap aplikasi PGPR dan pemberian dosis pupuk nitrogen yang berbeda. Penelitian dilaksanakan di Rooftop rumah jalan Tlogo Indah, Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang pada 15 Desember 2021 hingga 30 Maret 2022 dengan ketinggian tempat 440-667 mdpl dan suhu 18<sup>o</sup>C - 32<sup>o</sup>C. Penelitian merupakan percobaan factorial dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu pemberian PGPR dan tanpa pemberian PGPR dan faktor kedua yaitu perbedaan dosis pemberian pupuk nitrogen dengan lima taraf yaitu 50, 100, 150, 200 dan 250 kg ha<sup>-1</sup>. Hasil penelitian men-unjukkan bahwa penggunaan PGPR dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman dibandigkan dengan perlakuan tanpa PGPR. Pemberian PGPR meningkatakan Panjang tanaman 5,86 %, bobot segar tanaman 12,27 % dan bobot kering 31,76 %. Peningkatan dosis pemupukan nitrogen meningkatkan panjang tanaman sebesar 13,43 %, jumlah daun sebesar 15,37 %, luas daun sebesar 16,94 %, bobot segar sebesar 48,73 % dan bobot kering sebesar 20,81 %. Pemupukan 150 kg ha<sup>-1</sup> merupakan pemupukan optimal pada tanaman sukini.</p> Gandi Warisman Eko Widaryanto Copyright (c) 2022 Jurnal Produksi Tanaman 2022-08-10 2022-08-10 10 7 370 378 10.21776/protan.v10i7.1662 Keragaman 33 Galur Jagung Pakan (Zea mays L.) Generasi S2 http://protan.studentjournal.ub.ac.id/index.php/protan/article/view/1663 <p>Pemilihan tetua unggul dalam pembentukan varietas hibrida jagung pakan dilakukan dengan proses seleksi tanaman dari galur-galur yang berpotensi. Keragaman pada galur-galur yang berpotensi merupakan syarat awal dalam perakitan varietas unggul. Generasi S2 merupakan galur hasil <em>selfing</em> kedua dari seleksi galur S1 terpilih. Keragaman yang ada pada generasi S2 dapat disebabkan oleh adanya segregasi yang terjadi, oleh karena itu dibutuhkan pengamatan variabilitas pada generasi S2 hasil selfing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman antar galur, nilai duga heritabilitas serta keragaman dalam galur dari beberapa karakter pada jagung pakan generasi S2 dan mengetahui galur yang berpotensi sebagai tetua unggul. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Juli 2021 di Desa Areng-areng, Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Penelitian dilakukan dengan rancangan acak Kelompok (RAK) sebanyak 3 ulangan dengan perlakuan 33 galur jagung pakan generasi S2 masing-masing 16 tanaman setiap plot. Analisis ragam menunjukkan perlakuan berbeda nyata pada semua karakter kuantitatif yang diamati. Keragaman antar galur tergolong rendah pada semua karakter kuantitatif, dan seragam pada karakter kualitatif warna <em>glume</em>. Nilai duga heritabilitas tergolong dalam kategori sedang hingga tinggi. Keragaman di dalam galur tergolong rendah atau seragam pada karakter tinggi letak tongkol, jumlah susunan baris, diameter tongkol, dan rendemen. Empat galur berpotensi sebagai tetua unggul yaitu galur PA2, PA9, PA12, dan PA16 karena memiliki</p><p>keseragaman dalam galur terhadap paling banyak karakter yang diamati.</p> Apik Ilham Rahmatan Arifin Noor Sugiharto Copyright (c) 2022 Jurnal Produksi Tanaman 2022-08-10 2022-08-10 10 7 379 387 10.21776/protan.v10i7.1663 Pengaruh Penjarangan Buah dan Pemupukan Kalium terhadap Pertumbuhan, Hasil, dan Kualitas Buah Melon (Cucumis melo L.) http://protan.studentjournal.ub.ac.id/index.php/protan/article/view/1664 <p>Melon merupakan tanaman hortikultura yang banyak diminati karena rasanya yang manis dan jmemiliki kandungan gizi yang baik. Produksi melon pertahun terus mengalami penurunan dari tahun 2014 sampai tahun 2017. Produsksi tersebut hanya memenuhi dari 40% kebutuhan di Indonesia. Penjarangan buah pada tanaman melon perlu dilakukan karena tanaman melon memiliki banyak buah. Jumlah buah yang banyak akan menyebabkan buah menjadi kecil. Dalam proses budidaya, melon memerlukan unsur hara dalam jumlah yang cukup banyak. Kalium merupakan unsur yang berperan penting dalam pertumbuhan melon. Kalium berperan dalam merangsang translokasi gula, pertumbuhan, perkembangan buah dan biji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penjarangan buah dan pemupukan kalium terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman melon. Penelitian dilaksanakan pada bulan April-Juli 2021 di Dusun Mandala, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan RAK dengan dua faktor. faktor pertama penjarangan buah dengan dua taraf dan faktor kedua pemupukan kalium dengan lima taraf dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukan tidak terjadi interaksi antara penjarangan buah dan pemberian dosis pupuk kalium pada pertumbuhan, hasil, dan kualitas buah melon. Perlakuan penjarangan dengan menyisakan 1 buah per tanaman menghasilkan bobot buah per buah dan diameter buah lebih tinggi, namun menghasilkan bobot buah per tanaman yang lebih rendah dibandingkan perlakuan penjarangan dengan menyisakan 2 buah per tanaman. Pemberian pupuk kalium pada tanaman melon dengan dosis 60kg K<sub>2</sub>O.ha<sup>-1</sup> menghasilkan buah melon pada ruas batang ke 10 dengan kadar gula paling tinggi.</p> Haikal Akmam Bazaz Deffi Armita Koesriharti Koesriharti Copyright (c) 2022 Jurnal Produksi Tanaman 2022-08-10 2022-08-10 10 7 388 394 10.21776/protan.v10i7.1664 Pengaruh Jenis Pupuk dan Waktu Penyiangan terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt) http://protan.studentjournal.ub.ac.id/index.php/protan/article/view/1665 <p>Sebuah percobaan lapang untuk meneliti pengaruh jenis pupuk dan waktu penyiangan gulma pada pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Penelitian ini dilakukan sejak bulan Maret hingga Juni 2021 di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur dengan jenis tanah andosol. Penelitian ini dirancang dalam sebuah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama, ialah: Pupuk organik (P1), Pupuk anorganik (P2) dan Pupuk organik+anorganik (P3). Faktor kedua, ialah: Tanpa penyiangan (G0), Penyiangan 21, 42 hst (G1) dan Penyiangan 14, 28, 42 hst (G2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara jenis pupuk dan waktu penyiangan pada bobot kering tanaman jagung manis umur 49 hst. Namun, perlakuan jenis pupuk dengan waktu penyiangan tidak berinteraksi pada hasil tanaman jagung manis. Perlakuan pupuk organik+anorganik dengan penyiangan 14, 28, 42 hst meningkatkan bobot kering tanaman. Perlakuan pupuk organik+anorganik dan pupuk anorganik memberikan pengaruh yang sama terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Penyiangan 14, 28, 42 hst tidak beda dengan penyiangan 21, 42 hst dalam mengendalikan pertumbuhan gulma serta mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Pergeseran vegetasi gulma terjadi pada sebelum dan sesudah olah tanah pada setiap perlakuan.</p> Nurhayati Nurhayati Husni Thamrin Sebayang Copyright (c) 2022 Jurnal Produksi Tanaman 2022-08-10 2022-08-10 10 7 395 403 10.21776/protan.v10i7.1665