PERSILANGAN BEBERAPA VARIETAS PADI GOGO DAN PADI SAWAH (Oryza sativa L.) UNTUK MENGHASILKAN F1

Authors

  • Aninda Dwi Yanuar Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Universitas Brawijaya
  • Afifuddin Latif Adiredjo Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Universitas Brawijaya

DOI:

https://doi.org/10.21776/875

Keywords:

F1, Padi Gogo, Padi Sawah, Persilangan

Abstract

Padi merupakan tanaman pokok hampir setengah populasi manusia di dunia. Permintaan terhadap ketersediaan padi sangat tinggi namun tidak diikuti dengan jumlah produksi yang tinggi pula. Salah satu penyebabnya adalah karena luas lahan sawah semakin berkurang. Hal ini dapat diatasi dengan upaya penggunaan varietas tahan pada lahan sub-optimal seperti lahan kering. misalnya varietas padi gogo. Persilangan antara padi gogo dan padi sawah diharapkan dapat menghasilkan benih F1. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai Juni 2017 di lahan sawah yang berlokasi di Jalan Hamid Rusdi Desa Talok, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Bahan tanam yang digunakan dalam penelitian ini adalah padi gogo varietas Situ Bagendit dan Towuti sebagai tetua betina, padi sawah varietas Ciherang, dan Cibogo sebagai tetua jantan. Data karakter kuantitatif dianalisis dengan uji-t tidak berpasangan (t-student unpaired) taraf 5%. Pengamatan dilakukan pada set persilangan yang berbeda dan pada hasil  tanaman kontrol. Hasil analisis menunjukkan tidak ada perbedaan nyata pada karakter kuantitatif yaitu keberhasilan persilangan dan masa pengisisan bulir pada set persilangan yang berbeda. Sedangkan pada hasil analisis yang dilakukan pada set persilangan yang berbeda dengan tanaman kontrol menunjukkan perbedaan nyata pada karakter panjang beras pecah kulit dan lebar beras pecah kulit. Pada karakter kualitatif, hasil menunjukkan warna kulit ari beras pada setiap set persilangan adalah coklat muda, sedangkan pada tanaman kontrol adalah putih. Bentuk beras pecah kulit pada F1 pada setiap set persilangan dan hasil tanaman kontrol padi gogo adalah ramping. Sedangkan bentuk beras pecah kulit pada padi sawah adalah sedang.

Downloads

Published

2019-04-10

Issue

Section

Articles