Pengaruh Herbisida Oksifluorfen dan Penyiangan Terhadap Gulma Serta Pengaruhnya pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Buncis (Phaseolus Vulgaris L.)

Bayu Sugiarto, Medha Baskara, Eko Widaryanto

Abstract


Suatu usaha untuk dapat meningkatkan hasil panen buncis ialah pengendalian gulma secara praktis dan tepat guna. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk menentukan teknik pengendalian gulma yang tepat dalam budidaya buncis dan untuk mengetahui dosis herbisida yang efektif mengendalikan gulma tanaman buncis (Phaseolus vulgaris L.). Penelitian ini dilakukan di Junrejo Kota Batu dari bulan Agustus - November 2016, menggunakan pola rancangan acak kelompok (RAK) dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan dengan penjabaran sebagi berikut A1 : Tanpa pengendalian gulma (weedy). A2 : Bebas gulma (weed free, penyiangan tiap dua minggu sekali, 14 hst, 28, hst, 42 hst, 56 hst). A3 : Penyiangan 15 hst. A4 : Penyiangan 30 hst. A5 : Herbisida pra-tumbuh oksifluorfen 240 g b.a. ha-1 + penyiangan 15 hst. A6 : Herbisida pra-tumbuh oksifluorfen 360 g b.a. ha-1. A7 : Herbisida pra-tumbuh oksifluorfen 480 g b.a. ha-1. Hasil penelitian menunjukkan  metode  pengendalian gulma pada berbagai perlakuan memberikan pengaruh yang nyata antara berat kering gulma, parameter pertumbuhan buncis  dan hasil (t ha-1). Dominasi rasio (SDR) gulma krokot dan lulangan yang mendominasi disetiap perlakuan. dan A6 (oksifluorfen 360 g b.a. ha-1) menunjukkan bahwa efektif dan efisien dalam mengendalikan gulma krokot dan lulangan, pertumbuhan terbaik pada A2 (bebas gulma) dan pada hasil panen perlakuan A6 (herbisida pra-tumbuh oksifluorfen 360 g b.a. ha-1) 13,06 t ha-1 dan tidak berbeda nyata dengan A2 bebas gulma.

Keywords


Buncis; Gulma; Herbisida; Oksifluorfen

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Produksi Tanaman

Universitas Brawijaya Journal - © 2019

p-ISSN: 2338-3976 | E-ISSN: 2527-8452

Lisensi Creative Commons
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.